4.000 Hektare Lahan Pertanian Bantul Terendam Banjir, Petani Terancam Gagal Panen

Bantul – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bantul sejak Jumat (26/12) hingga Sabtu (27/12) mengakibatkan banjir di sejumlah kawasan pertanian bagian selatan.

Luapan air irigasi merendam tanaman padi hingga bawang merah, memicu kekhawatiran akan terjadinya gagal panen massal atau puso.

Berdasarkan data dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul, tercatat sekitar 4.000 hektare lahan pertanian sempat terendam luapan air. Meski di sebagian besar titik air dilaporkan mulai surut, beberapa wilayah seperti Poncosari dan Srandakan mengalami genangan yang cukup lama.

Padi Muda dan Bawang Merah Terdampak Parah

Dampak banjir paling dirasakan oleh para petani di kawasan pesisir dan lahan rendah. Di kawasan Pantai Goa Cemara, Martono, seorang petani setempat, mengeluhkan lahan padinya seluas 600 meter persegi yang tertutup air sepenuhnya.

“Padi saya baru berumur sepuluh hari, sekarang sudah tidak kelihatan sama sekali. Kemungkinan besar puso karena airnya surut terlalu lama,” ujar Martono saat memantau lahannya, Minggu (28/12).

Kondisi tak kalah memprihatinkan menimpa petani bawang merah di Kalurahan Gadingharjo. Triyulianto mengungkapkan lahan miliknya seluas 1.600 meter persegi terendam saat mendekati masa panen. Ia memperkirakan tingkat kerusakan mencapai 80 persen.

“Harusnya 7-10 hari lagi panen, tapi kalau sudah terendam begini umbinya pasti busuk. Tetap akan dicabut nanti, tapi hasilnya jelas tidak maksimal dan tidak layak jual,” keluhnya.

Petani Berharap Bantuan Bibit

Kerugian materiil yang dialami membuat para petani mulai cemas menghadapi masa tanam berikutnya. Triyulianto mewakili rekan sesama petani berharap Pemerintah Kabupaten Bantul memberikan kompensasi berupa bantuan sarana produksi.

“Karena ini gagal panen, modal kami habis. Kami berharap pemerintah bisa membantu penyediaan bibit untuk masa tanam selanjutnya agar kami bisa mulai lagi,” tuturnya.

Respons Dinas Pertanian dan Imbauan Cuaca

Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo, mengonfirmasi bahwa pihaknya terus memantau kondisi di lapangan. Ia menjelaskan bahwa mayoritas genangan bersifat cepat asat (cepat surut), namun tetap berisiko merusak tanaman pangan yang masih dalam fase pertumbuhan awal.

“Memang kemarin pagi banyak yang terendam, terutama di wilayah selatan. Kami terus melakukan pendataan kerugian secara mendetail,” jelas Joko.

Menyikapi potensi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan berlanjut, pihak dinas mengeluarkan imbauan tegas kepada para petani:
1. Menjaga Kebersihan Saluran: Memastikan jaringan irigasi bebas dari sumbatan sampah agar aliran air lancar.
2. Peningkatan Kewaspadaan: Melakukan langkah preventif di lahan masing-masing mengingat intensitas hujan yang masih tinggi.

Hingga berita ini diturunkan, Pemkot Bantul melalui instansi terkait masih melakukan verifikasi lapangan untuk menentukan langkah penanganan lanjutan bagi para petani yang terdampak. (Yud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *