KAI Daop 6 Tingkatkan Edukasi Lost & Found Usai Ramai Kasus Kehilangan Tumbler

KAI menegaskan bahwa barang bawaan penumpang merupakan tanggung jawab masing-masing individu, sementara sistem Lost and Found berfungsi sebagai layanan bantuan, bukan jaminan pengawasan penuh oleh petugas.

Yogyakarta – Setelah viral kasus kehilangan tumbler penumpang KRL bernama Anita di Stasiun Rangkasbitung, KAI Daop 6 Yogyakarta kembali menegaskan pentingnya kewaspadaan penumpang terhadap barang bawaan saat berada di stasiun maupun selama perjalanan dengan kereta api.

Kasus tumbler yang sempat menjadi sorotan itu menunjukkan bahwa barang kecil pun dapat menimbulkan kesalahpahaman apabila penumpang lalai atau tidak memeriksa barangnya dengan saksama. Merespons situasi tersebut, KAI menegaskan bahwa barang bawaan penumpang merupakan tanggung jawab masing-masing individu, sementara sistem Lost and Found berfungsi sebagai layanan bantuan, bukan jaminan pengawasan penuh oleh petugas.

KAI Tekankan Pentingnya Pemeriksaan Barang Pribadi

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni, mengimbau seluruh pelanggan untuk terus meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hendak turun dari kereta atau meninggalkan area stasiun.

“KAI Daop 6 Yogyakarta mengimbau kepada seluruh pelanggan untuk senantiasa memeriksa kembali barang bawaannya saat akan meninggalkan stasiun atau setelah turun dari kereta api. Namun apabila terjadi ketinggalan barang, masyarakat dapat menghubungi petugas stasiun atau mengakses layanan Lost & Found KAI maupun Contact Center 121,” ujar Feni.

Menurut Feni, imbauan ini terus disosialisasikan melalui petugas announcer yang secara berkala menyampaikan peringatan kepada penumpang untuk tidak meninggalkan barang pribadi di kursi, rak bagasi, maupun area publik di dalam rangkaian.

Manajemen Waktu Jadi Kunci Mengurangi Risiko Barang Tertinggal

Selain kewaspadaan, manajemen waktu turut berperan penting dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan perjalanan. Penumpang yang terburu-buru dinilai lebih rentan meninggalkan barangnya.

“Perhatikan jadwal keberangkatan, bawalah barang secukupnya, dan datang lebih awal. Dengan begitu penumpang lebih fokus dan tidak terburu-buru sehingga risiko barang tertinggal bisa diminimalisir,” tambah Feni.

Ia juga menekankan agar penumpang memastikan kembali barang mereka saat pintu kereta dibuka dan sebelum melangkah turun.

Prosedur Lost and Found: Barang Akan Diproses dan Dapat Diambil Kembali

KAI menegaskan bahwa meski tanggung jawab barang berada pada penumpang, perusahaan tetap memberikan dukungan melalui sistem Lost and Found yang terintegrasi. Barang yang ditemukan petugas akan langsung:

  1. Didata dan dimasukkan ke sistem Lost and Found,
  2. Diamankan di stasiun terkait,
  3. Dapat diambil kembali setelah pemilik melakukan proses verifikasi sesuai prosedur.

Melalui peningkatan layanan dan edukasi, KAI berharap masyarakat semakin nyaman menggunakan kereta api sebagai moda transportasi yang aman dan terpercaya. (Yud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *