Yogyakarta Destinasi Favorit Rayakan Malam Pergantian Tahun

Yogyakarta– Suara kembang api, dentuman musik, hingga jamuan makan bersama keluarga menjadi fragmen yang selalu dinanti setiap penghujung Desember. Di antara banyaknya pilihan destinasi, Yogyakarta kembali membuktikan diri sebagai kota yang “tidak pernah mati”, menjadi titik kumpul favorit bagi wisatawan domestik maupun mancanegara untuk menutup tahun 2025.

Kota dengan tagline “Istimewa” ini tidak hanya menawarkan pesta visual, tetapi juga kehangatan budaya dan keramahan warga yang membuat siapa pun rindu untuk kembali.

Malioboro: Magnet yang Tak Pernah Pudar

Kawasan Malioboro tetap menjadi pusat gravitasi perayaan. Bagi banyak orang, tempat ini bukan sekadar jalanan, melainkan saksi bisu kenangan manis pergantian tahun.

Yohanes Bardo, seorang wisatawan asal Jakarta, mengaku sudah enam tahun berturut-turut memilih Yogyakarta sebagai lokasi merayakan tahun baru bersama keluarga. Bagi Bardo, Malioboro memiliki daya tarik magis yang sulit dijelaskan.

“Malioboro itu seperti magnet, selalu ramai dan indah. Malioboro kan legenda banget ya, sekali datang inginnya datang lagi. Apalagi pasti banyak hiburan, pesta musik, dan makanan yang enak-enak. Lengkap banget,” ujar Bardo (29/12/25)

Nuansa Nongkrong di Ikon Tugu

Jika Malioboro menawarkan hiruk-pikuk pesta, kawasan Tugu Yogyakarta menawarkan sisi santai yang akrab. Ananda Abanat, wisatawan asal Palembang, lebih memilih menghabiskan malam di sekitaran Tugu bersama teman-temannya.

Menurutnya, suasana nongkrong di Yogyakarta memiliki ciri khas tersendiri yang tidak ditemukan di tempat lain:
– Kuliner Otentik: Kehadiran angkringan dan Kopi Joss yang legendaris.
– Suasana Akrab: Ruang terbuka yang nyaman untuk sekadar mengobrol dan menikmati geliat kota.
– Kegembiraan Kolektif: Berjalan kaki sembari berburu kuliner lokal di tengah tawa pengunjung lainnya.

Harmoni Budaya dan Modernitas

Kombinasi antara kekayaan sejarah dan euforia modernitas menjadikan Yogyakarta pilihan yang aman dan nyaman bagi wisatawan. Euforia kolektif yang tercipta di setiap sudut kota, mulai dari gelak tawa di trotoar Malioboro hingga binar lampu kembang api di langit Tugu, menjanjikan pengalaman yang sulit dilupakan.

“Yogyakarta tidak hanya sekadar merayakan waktu yang berganti, tetapi juga merawat kenangan yang membuat setiap pengunjungnya merasa ‘pulang’, apalagi dulu saya SMA nya di Yogya”, tutup Bardo (Yud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *