Solo – Memasuki awal tahun 2026, destinasi wisata sejarah andalan Kota Bengawan, Museum Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, terpantau masih belum bisa diakses oleh masyarakat umum. Kondisi ini membuat banyak wisatawan yang datang di masa libur Tahun Baru harus menelan kekecewaan.
Meskipun revitalisasi museum tersebut sempat diresmikan oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon pada Desember 2025 lalu, pintu museum hingga kini masih digembok rapat.
Kendala Teknis dan Keamanan
Pihak Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X menjelaskan bahwa belum dibukanya museum disebabkan oleh adanya kendala teknis pada proyek revitalisasi. Salah satu hambatan utama adalah keterlambatan pengiriman sensor pintu otomatis yang menjadi bagian dari sistem keamanan dan tata pamer baru.
“Pekerjaan kami terhenti karena ada keterlambatan pengiriman sensor pintu. Rencananya pekerjaan akan kami lanjutkan segera setelah sensor tiba,” ujar Kepala BPK Wilayah X, Manggar Sari Ayuati.
Selain itu, penataan artefak dan ruang pamer di beberapa area juga masih dalam tahap penyempurnaan demi memastikan keamanan benda cagar budaya.
Wewenang Pembukaan di Tangan Keraton
Meski proses fisik dikerjakan oleh BPK, pihak kementerian menegaskan bahwa keputusan untuk membuka pintu bagi wisatawan sepenuhnya merupakan wewenang pihak Keraton Surakarta.
Pengageng Museum dan Pariwisata Keraton Solo, GKR Devi Lelyana Dewi, menyatakan bahwa pihak keluarga keraton sangat antusias untuk segera membuka museum. Namun, demi faktor keamanan dan kenyamanan pengunjung, mereka memilih menunggu hingga seluruh proses revitalisasi selesai 100 persen.
“Kami menunggu sampai semua proses penyelesaian revitalisasi itu selesai, baru berani membuka museum. Kami mohon maaf kepada masyarakat karena ini masa liburan tapi belum bisa melayani,” ungkap GKR Devi.
Wisatawan Kecele
Pantauan di lapangan menunjukkan banyak wisatawan dari luar kota, seperti Jakarta dan Surabaya, yang terpaksa hanya bisa berfoto di depan Kori Kamandungan atau area depan pelataran saja. Banyak di antara mereka yang mengaku “kecele” karena informasi di mesin pencarian Google menyebutkan museum sudah beroperasi normal.
“Saya sudah niat banget ke sini, di Google tertulis buka. Ternyata sampai di sini tutup. Jelas kecewa sekali, padahal ini momen liburan,” ujar Lisa, seorang wisatawan asal Jakarta.
Hingga saat ini, belum ada kepastian tanggal resmi kapan Museum Keraton Solo akan dibuka kembali. Pihak pengelola masih menunggu penyelesaian pemasangan perangkat teknis dan koordinasi lebih lanjut antara pihak Keraton dengan Balai Pelestarian Kebudayaan. (Yud)
