Yogyakarta – Kawasan pedestrian Malioboro kini semakin memanjakan para wisatawan dan warga lokal. Fasilitas terbaru berupa water station atau kran air siap minum kini telah tersedia secara gratis di sepanjang jalan ikonik Kota Yogyakarta tersebut.
Penyediaan fasilitas ini merupakan langkah Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya yang bekerja sama dengan PDAM Tirtamarta. Tujuannya bukan hanya memberikan kenyamanan bagi pejalan kaki, tetapi juga sebagai upaya mengedukasi masyarakat untuk mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai.
Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Dinas Kebudayaan Kota Jogja, Fitria Dyah Anggraeni, menyebutkan bahwa fasilitas ini sebenarnya sudah mulai diaktifkan menjelang libur Natal dan Tahun Baru kemarin.
”Fasilitas ini menggunakan teknologi Reverse Osmosis (RO) sehingga airnya aman dan layak langsung diminum,” jelas Fitria.
Lokasi Water Station Gratis di Malioboro
Bagi Anda yang sedang jalan-jalan di Malioboro dan merasa haus, berikut adalah 5 titik lokasi water station yang bisa diakses secara cuma-cuma:
– Depan Hotel Inna Garuda (sisi utara Malioboro)
– Depan Perpustakaan Malioboro
– Depan Kantor Kepatihan (Kantor Gubernur DIY)
– Depan Benteng Vredeburg
– Depan Gedung Agung (Istana Kepresidenan Yogyakarta / Titik Nol Kilometer)
Edukasi dan Pengawasan
Pihak pengelola berharap masyarakat dapat menggunakan fasilitas ini sesuai peruntukannya, yakni untuk minum, bukan untuk mencuci tangan. Untuk menjaga ketertiban dan kondisi fasilitas, pengawasan akan dibantu oleh petugas Jogomaton, sementara pemeliharaan teknis tetap dilakukan oleh pihak PDAM.
Meskipun menuai bevragam reaksi dari pengunjung terkait faktor higienitas, keberadaan water station ini dinilai sebagai langkah maju menuju standar fasilitas pedestrian di kota-kota besar dunia. Wisatawan disarankan untuk membawa botol minum (tumblr) sendiri dari rumah agar lebih mudah saat mengambil air di titik-titik tersebut.
Dengan adanya kran air siap minum ini, Malioboro kini tak hanya menawarkan keindahan sejarah dan belanja, tapi juga fasilitas publik yang ramah lingkungan dan ekonomis bagi semua orang. (Yud)
