Airlangga: Hilirisasi dan Talenta Muda Jadi Jalan Indonesia Masuk Kelas Dunia

Yogyakarta – Di tengah laju kompetisi global yang semakin ketat, pemerintah menegaskan bahwa hilirisasi dan penguatan talenta muda adalah kunci agar Indonesia tidak tertinggal. Pesan itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Grafika Talkshow yang digelar di Smart Green Learning Center (SGLC), Fakultas Teknik UGM, Rabu (19/11).

Dalam paparannya, Airlangga kembali menegaskan bahwa hilirisasi merupakan fondasi utama transformasi ekonomi nasional.

Hilirisasi adalah kunci untuk membawa Indonesia naik kelas,” ujarnya.

Kolaborasi Kampus–Industri Didorong untuk Percepat Transformasi Ekonomi

Airlangga menegaskan pentingnya kolaborasi perguruan tinggi, industri, dan pemerintah untuk mempercepat inovasi nasional. Ia turut mengapresiasi riset mahasiswa dan dosen UGM terkait pupuk berbasis batubara dan teknologi daur ulang baterai yang dinilai sejalan dengan arah energi masa depan.

Indonesia, kata Airlangga, berada pada posisi strategis dalam industri nikel global. Tiga perusahaan besar nikel dunia bahkan telah menjalin kerja sama riset dengan beberapa universitas dalam negeri. Model kemitraan seperti ini ia minta diperluas agar kampus semakin relevan dengan kebutuhan industri.

Permintaan Tinggi Tenaga Terampil: Target 100 Ribu Welder

Profesi welder kini menjadi salah satu tenaga terampil paling diminati secara internasional. Airlangga menegaskan bahwa Presiden menargetkan pelatihan 100 ribu welder, dengan seluruh pembiayaannya disiapkan pemerintah.

Selain itu, pemerintah menyiapkan program magang untuk 100 ribu peserta di industri, BUMN, hingga kementerian. Peserta akan menerima kompensasi setara UMR selama enam bulan.

Kredit Berbasis Kekayaan Intelektual: Peluang Baru untuk Kampus dan Startup

Airlangga turut memaparkan implementasi kredit berbasis kekayaan intelektual (IP) yang memungkinkan karya inovatif dijadikan jaminan pembiayaan.

Mulai tahun depan, kita alokasikan 10 triliun untuk kredit berbasis IP. Ini peluang besar bagi kampus dan startup,” ujarnya.

Quick Wins: Pariwisata, AI, Semikonduktor, dan Mineral Strategis

Airlangga memaparkan beberapa langkah percepatan ekonomi (quick wins), antara lain:

  • Optimalisasi Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) untuk memacu pariwisata
  • Persiapan menghadapi era semikonduktor, AI, dan komputasi kuantum
  • Penguatan hilirisasi mineral strategis seperti nikel, tembaga, dan rare earth metals

Ia menyoroti ketimpangan ekosistem digital regional.

“Singapura punya 450 startup AI, Indonesia baru 45. Ini PR untuk UGM dan perguruan tinggi lain,” tegasnya.

Dorongan Talenta STEAM dan Kepemimpinan Cepat

Menutup sesi, Airlangga menekankan pentingnya memperkuat SDM bidang sains, teknologi, engineering, art, dan matematika (STEAM). Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemimpin yang mampu mengambil keputusan cepat di tengah target pertumbuhan ekonomi yang terus bergerak.

Kita ingin Indonesia tumbuh hingga 8 persen. Itu hanya mungkin jika kita berlari, bukan berjalan, ujarnya.

UGM Terima Peralatan Riset Baru

Acara juga diisi penyerahan peralatan laboratorium ICP-MS Nation 100 dari PT Eco-Energi Perkasa CNGR Indonesia untuk Fakultas Teknik UGM. Direktur perusahaan, Chen Hailei, optimistis kerja sama itu akan menghasilkan pengaruh signifikan ke depan.

Wakil Rektor UGM Bidang Penelitian, Dr. Danang Sri Hadmoko, menyebut peralatan tersebut akan memperkuat kapasitas riset dan ekosistem inovasi kampus. (Yud)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *