Bus Pariwisata Tak Lagi Masuk Pusat Kota, Giwangan Jadi Parkir Utama

Yogyakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta terus mematangkan rencana besar penataan lalu lintas dan kawasan wisata dengan membebaskan pusat kota dari kepadatan bus pariwisata. Sebagai langkah konkret, lahan seluas 2,6 hektare di kawasan Giwangan kini disiapkan sebagai Tempat Khusus Parkir (TKP) baru dan ditargetkan mulai beroperasi saat libur Lebaran.

Kebijakan ini bertujuan untuk mengurai kemacetan di jantung Kota Yogyakarta sekaligus mendukung penataan kawasan cagar budaya, khususnya di sekitar Malioboro dan pusat aktivitas wisata lainnya.

Instruksi Langsung Gubernur DIY

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mengatakan bahwa optimalisasi lahan parkir di Giwangan merupakan instruksi langsung Gubernur DIY. Lokasi tersebut disiapkan untuk menampung bus-bus besar yang selama ini masuk dan parkir di kawasan pusat kota.

“Beliau (Gubernur) menyampaikan kepada kami untuk mengoptimalkan lahan seluas 2,6 hektare di Giwangan. Saat ini kami terus berkoordinasi dengan Pemkot Yogyakarta agar penyiapan lahan ini bisa segera diselesaikan,” ujar Ni Made, Minggu (1/2).

Menurutnya, penyiapan TKP Giwangan menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang pengendalian lalu lintas dan penataan kawasan perkotaan berbasis pariwisata berkelanjutan.

Relokasi Kantong Parkir Bus Pariwisata

Penataan parkir bus pariwisata ini merupakan kelanjutan dari kebijakan pemindahan kantong parkir di pusat kota. Sebelumnya, TKP Abu Bakar Ali (ABA) telah dikosongkan dan direncanakan akan dialihfungsikan menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau hutan kota.

Selain itu, TKP Senopati yang selama ini menjadi lokasi parkir bus pariwisata juga masuk dalam agenda penataan tahap berikutnya dan tidak lagi diperuntukkan bagi bus besar.

“Ke depan, Senopati tidak lagi digunakan untuk parkir bus. Karena itu, Giwangan menjadi kunci utama dalam skema pemindahan parkir bus pariwisata,” jelas Ni Made.

Ditargetkan Siap Saat Lebaran

Sementara itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Hermawan, menyampaikan bahwa Pemkot Jogja saat ini tengah mendalami kajian teknis terkait manajemen lalu lintas dan pemanfaatan lahan parkir di Giwangan. Meski masih dalam tahap pembangunan awal, ia optimistis lokasi tersebut dapat difungsikan dalam waktu dekat.

“Sudah mulai dibangun. Intinya dalam waktu dekat selesai. Kemungkinan besar saat Lebaran sudah bisa digunakan,” tegas Wawan.

Ia menambahkan, keberadaan TKP Giwangan diharapkan mampu mendukung kelancaran arus mudik sekaligus meningkatkan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta.

Sistem Shuttle ke Pusat Kota

Ke depan, wisatawan yang menggunakan bus pariwisata dan parkir di Giwangan akan diarahkan untuk menggunakan transportasi pengumpan (shuttle) menuju pusat kota dan destinasi wisata utama. Skema ini diharapkan dapat secara signifikan mengurangi beban lalu lintas di kawasan Malioboro dan sekitarnya.

Langkah tersebut juga dinilai sejalan dengan upaya Pemprov DIY dan Pemkot Yogyakarta dalam mewujudkan ekosistem pariwisata yang lebih tertata, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. (Yud)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *