Surakarta – Upaya Mahamenteri Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, KGPA Tedjowulan, untuk mempertemukan dua pihak yang saling klaim sebagai Paku Buwono XIV, yakni PB XIV Purbaya dan PB XIV Mangkubumi, menemui kegagalan.
Pertemuan yang digelar di Loji Gandrung, Solo, pada Jumat (28/11/2025) sore, hanya dihadiri oleh pihak PB XIV Mangkubumi, sementara PB XIV Purbaya absen tanpa memberikan keterangan.
Kegagalan ini disesalkan oleh Tedjowulan. “Gusti Tedjowulan menyesalkan sikap Purbaya yang masih saja tidak kooperatif,” ujar salah satu perwakilan Tedjowulan.
Pertemuan tersebut diagendakan untuk membahas suksesi kepemimpinan Keraton Solo setelah meninggalnya PB XIII, dalam rangka mencari konsensus dan kesepakatan bersama. PB XIV Mangkubumi hadir pada sekitar pukul 15.00 WIB, namun setelah menunggu cukup lama, pihak PB XIV Purbaya tak kunjung muncul.
Karena tujuan pertemuan untuk menyatukan dua pihak tidak tercapai, Tedjowulan memastikan akan kembali mengirimkan surat undangan.
“Kami akan kembali mengirimkan undangan untuk pertemuan berikutnya. Agendanya masih akan sama,” pungkas perwakilan tersebut.
Sebelumnya, Tedjowulan sendiri telah mengirimkan surat peringatan kepada PB XIV Purbaya terkait tindakannya yang dinilai melawan arahan pemerintah terkait suksesi.
Konflik takhta di Keraton Surakarta kembali memanas setelah wafatnya PB XIII, dengan munculnya dua kubu yang saling mengklaim sebagai penerus sah, yaitu KGPAA Hamengkunegoro (PB XIV Purbaya) dan KGPH Hangabehi (PB XIV Mangkubumi).
Tedjowulan sendiri sebelumnya sempat menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada PB XIV yang sah, sebab seorang raja harus dinobatkan melalui prosesi Jumenengan oleh para sesepuh, bukan menobatkan diri sendiri. (Yud)
