Sampah Kota Jogja Melonjak hingga 390 Ton per Hari Selama Libur Nataru

Yogyakarta– Tingginya arus kunjungan wisatawan ke Kota Yogyakarta selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) berdampak signifikan pada volume sampah. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta mencatat kenaikan produksi sampah harian hingga mencapai 390 ton per hari, atau melonjak sekitar 50 persen dari hari biasa.

Kepala DLH Kota Yogyakarta, Rajwan Taufiq, mengungkapkan bahwa dalam kondisi normal, produksi sampah di wilayahnya berada di angka 260 ton per hari. Namun, sejak awal pekan lalu (22/12/2025), timbulan sampah terus merangkak naik seiring dengan membludaknya pelancong.

“Peningkatannya mencapai 130 ton per hari selama masa libur ini. Jadi totalnya menyentuh 390 ton setiap hari,” ujar Rajwan saat ditemui di Kelurahan Cokrodiningratan, Sabtu (27/12/2025).

Langkah Antisipasi dan Pengelolaan

Meski terjadi lonjakan drastis, pihak DLH mengklaim kondisi kebersihan kota masih terkendali. Strategi utama yang dilakukan adalah dengan mengosongkan depo-depo sampah sebelum puncak liburan tiba agar memiliki kapasitas tampung yang optimal.
Untuk mengolah tumpukan sampah tersebut, DLH memaksimalkan operasional Unit Pengolahan Sampah (UPS) yang tersebar di beberapa lokasi, seperti:
– TPS3R Nitikan
– TPS3R Karangmiri
– TPS3R Kranon
– TPS3R Sitimulyo 1 dan 2

Total kapasitas pengolahan dari unit-unit tersebut mencapai 200 ton.

Sementara itu, untuk sisa 190 ton sampah yang belum terolah secara internal, Pemkot Yogyakarta mengandalkan kuota pembuangan ke TPA Piyungan.

“Hingga akhir tahun, kita masih punya sisa kuota sekitar 600 ton di TPA Piyungan. Kami jadwalkan pembuangan besar pada Senin (29/12) dan Rabu (31/12) masing-masing sebanyak 300 ton untuk memastikan depo tidak meluber,” jelas Rajwan.

Siagakan Puluhan Armada

Senada dengan hal tersebut, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan komitmennya untuk menjaga wajah kota tetap bersih, terutama di kawasan wisata seperti Malioboro. Sebanyak 45 armada truk pengangkut sampah disiagakan selama 24 jam untuk melakukan penyisiran di titik-titik rawan tumpukan sampah.

Pemerintah juga mengimbau kepada para wisatawan dan pelaku usaha untuk tetap menjaga kebersihan dan meminimalisir produksi sampah plastik selama menikmati momen libur panjang di Kota Pelajar ini. (Yud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *