Yogyakarta – Garden Loman Park Hotel Yogyakarta meluncurkan sebuah gerakan pelestarian alam bertajuk “Memayu Hayuning Bawana: Merawat Alam Menjaga Kehidupan,” bertepatan dengan Hari Menanam Nasional. Sejak pagi, area hotel telah dipadati oleh warga yang membawa sampah terpilah dari rumah mereka. Sampah-sampah ini kemudian ditukarkan dengan berbagai hadiah menarik, mulai dari telur hingga bibit tanaman, mewujudkan harapan sederhana masyarakat untuk “ikut menyumbang sesuatu bagi bumi.”
Filosofi Jawa dalam Aksi Nyata.
Gerakan “Memayu Hayuning Bawana” diinisiasi sebagai wujud menumbuhkan nilai-nilai kearifan lokal dalam menjaga keseimbangan alam. Secara harfiah, frasa Jawa ini berarti “menjaga dan memperindah keindahan dunia atau jagad raya,” sebuah filosofi yang mengutamakan keseimbangan, keharmonisan, dan kesejahteraan hidup.
“Konsep ini mencakup upaya untuk hidup selaras dengan alam dan menjaga kebaikan secara lahir dan batin, bertujuan mencapai kehidupan yang tata, titi, dan tentrem (tertata, tenang, dan damai),” ujar Handono S. Putro, Founder & GM Loman Park Hotel
Yang menjadikan acara ini istimewa adalah kemampuannya merangkul banyak pihak. Loman Park Hotel berhasil menyatukan perwakilan dari instansi Pemerintah Daerah DIY dan Sleman, Asosiasi Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), berbagai komunitas pegiat lingkungan, hingga masyarakat umum.
Acara dibuka dengan hangat dan disaksikan oleh perwakilan instansi pemerintah yang hadir. Suasana hening penuh makna tercipta ketika bibit pohon pertama ditanam secara simbolis, mengirimkan pesan bahwa menyelamatkan bumi bukanlah hal besar yang jauh, tetapi tentang satu langkah kecil yang dilakukan bersama.
MoU Pengelolaan Sampah
Puncak momentum terbesar dalam acara ini adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Loman Park Hotel dan Bumiku Lestari.
Kerja sama jangka panjang ini berfokus pada pengelolaan dan pengolahan sampah berkelanjutan. Langkah ini menegaskan komitmen hotel bahwa gerakan hijau mereka tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi bertransformasi menjadi sistem nyata yang terintegrasi dalam operasional hotel.
Melalui gerakan “Memayu Hayuning Bawana” dan kolaborasi strategis ini, Loman Park Hotel Yogyakarta telah menunjukkan bahwa sektor perhotelan dapat menjadi pelopor dalam mewujudkan keseimbangan antara bisnis dan kelestarian lingkungan, membuka lembaran baru dalam praktik Green Hospitality di Yogyakarta. (Yud)
